Gratis ongkir se-Jawa belanja min. Rp300rb · Diskon ongkir Sumatera & Kalimantan

Belanja
Semua Produk Pupuk Organik Pupuk Hayati Booster Buah Insektisida Hayati Trichoderma Asam Humat
Bantuan
Cara Pesan Lacak Pesanan Bantuan Tips Tani
Hama & Penyakit Buah

Buah Rontok Kekurangan Unsur Apa? Diagnosa Cepat dengan Tabel

Buah Rontok Kekurangan Unsur Apa? Diagnosa Cepat dengan Tabel

Ringkasan cepat: Unsur yang paling sering terkait dengan buah rontok adalah boron, kalsium, dan kalium. Namun, dalam praktik, air yang tidak stabil, hama, penyakit, dan nitrogen berlebih justru lebih sering menjadi penyebab. Diagnosa dari gejala di pohon dulu sebelum menambah pupuk.

Pertanyaan “buah rontok kekurangan unsur apa?” termasuk yang paling banyak dicari di Google, disusul variasinya untuk tanaman tertentu: “buah mangga rontok terus”, “buah alpukat rontok”, “buah durian rontok”, hingga “buah kelengkeng rontok”. Jawabannya tidak selalu satu unsur. Artikel ini membantu Anda menebak penyebab dari gejala yang terlihat.

Tiga Waktu Buah Rontok dan Artinya

1. Rontok saat bunga atau pentil sangat kecil

Biasanya karena penyerbukan gagal (hujan, angin, tidak ada penyerbuk), kekurangan boron, atau pohon memang menggugurkan kelebihan bunga secara alami.

2. Rontok saat pentil sebesar kelereng sampai ibu jari

Fase paling kritis. Penyebab umum: air tidak stabil, kekurangan kalsium dan kalium, nitrogen berlebih yang memicu tunas daun, atau serangan hama penghisap.

3. Rontok menjelang panen

Sering karena lalat buah, penyakit busuk buah, angin kencang, atau buah terlalu banyak sehingga pohon tidak mampu memasok semuanya.

Unsur hara dan kaitannya dengan buah rontok
Unsur hara dan kaitannya dengan buah rontok

Penyebab Selain Unsur Hara

Penyebab Ciri di lapangan Penanganan
Kekeringan lalu disiram banyak Rontok massal 2–5 hari setelah perubahan air Siram teratur, mulsa organik di piringan
Hama penghisap (kutu putih, thrips, kepik) Bekas tusukan, bercak, embun madu, semut Agen hayati Beauveria/Metarhizium sore hari
Lalat buah Titik tusukan, buah busuk dari dalam, belatung Perangkap, pembungkusan, sanitasi buah jatuh
Jamur (antraknosa, busuk buah) Bercak hitam cekung pada buah/tangkai Sanitasi, sirkulasi udara, fungisida sesuai anjuran
Akar busuk Daun menguning bertahap, pohon merana Perbaiki drainase, agen hayati Trichoderma

Diagnosa 5 Menit di Kebun

  1. Ambil 5–10 buah yang baru rontok dan belah beberapa. Ada belatung atau lubang? Curigai lalat buah atau penggerek.
  2. Periksa tangkai buah. Bercak hitam cekung menandakan jamur; tangkai kering bersih menandakan pohon sengaja menggugurkan.
  3. Balik daun di sekitar buah. Kutu putih, thrips, atau embun madu berarti hama penghisap.
  4. Tekan tanah di piringan. Tanah sangat kering atau sangat becek menunjuk ke masalah air.
  5. Lihat tunas di ujung ranting. Banyak daun muda baru saat berbuah menandakan nitrogen berlebih.

Setelah langkah ini, biasanya penyebab utama sudah terlihat, dan pupuk menjadi solusi yang lebih tepat sasaran.

Cara Mencegah Buah Rontok

  1. Jaga air tetap stabil sejak pentil terbentuk. Ini langkah paling murah dan paling berpengaruh.
  2. Hentikan urea saat berbunga dan awal pembuahan.
  3. Beri kalium dan kalsium pada fase pembesaran buah.
  4. Semprot boron saat kuncup bila ada riwayat pentil sedikit.
  5. Kendalikan hama sejak dini, bukan setelah buah berguguran.
  6. Perkuat akar dengan pembenah tanah dan agen hayati. Label Humatrix Buah menganjurkan tabur 3–5 g/m² piringan atau kocor 2–3 g per liter air setiap 15–20 hari.
  7. Jarangkan buah pada cabang yang terlalu padat.

Contoh Penerapan pada Beberapa Tanaman

Produk Grha Indonesia Organik yang relevan

Tanya admin via WhatsApp

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Pupuk apa untuk mencegah buah rontok?

Pupuk dengan kalium dan kalsium pada fase pembesaran buah, ditambah boron saat kuncup. Namun pupuk hanya efektif bila air stabil dan hama terkendali.

Kenapa buah rontok setelah hujan?

Hujan setelah periode kering membuat penyerapan air mendadak meningkat dan pohon menggugurkan sebagian buah. Hujan juga memicu jamur pada tangkai buah.

Apakah hormon perangsang buah perlu?

Tidak selalu. Perbaiki dulu air, hara, dan pengendalian hama. Zat pengatur tumbuh hanya pelengkap dan harus sesuai takaran.

Rujukan

  • Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Kementerian Pertanian RI: fisiologi pembungaan dan pembuahan tanaman buah.
  • Label Humatrix Buah (No. Pendaftaran 04.03.2026.225).
  • Saran pencarian Google Indonesia, diolah tim Grha Indonesia Organik (September 2026).

Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat Kami
CS Annisa — Grha Organik Biasanya menjawab seketika

Jawaban otomatis. Untuk hal khusus, admin kami siap membantu lewat WhatsApp.