Gratis ongkir se-Jawa belanja min. Rp300rb · Diskon ongkir Sumatera & Kalimantan

Belanja
Semua Produk Pupuk Organik Pupuk Hayati Booster Buah Insektisida Hayati Trichoderma Asam Humat
Bantuan
Cara Pesan Lacak Pesanan Bantuan Tips Tani
Hama & Penyakit Buah

CVPD (Huanglongbing) pada Jeruk: Kenali Gejalanya dan Cegah Penyebarannya

CVPD (Huanglongbing) pada Jeruk: Kenali Gejalanya dan Cegah Penyebarannya

Ringkasan cepat: CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration), dikenal juga sebagai Huanglongbing, disebabkan bakteri di jaringan pengangkut makanan tanaman jeruk dan ditularkan oleh kutu loncat. Penyakit ini belum bisa disembuhkan, sehingga pencegahan adalah satu-satunya cara: bibit bebas penyakit, pengendalian kutu loncat, dan pembongkaran pohon yang terserang.

Di sentra jeruk seperti Kalimantan Barat dan Jawa Timur, CVPD pernah menghancurkan kebun jeruk dalam skala besar. Banyak pekebun baru menanam jeruk Santang Madu, siam, dan keprok tanpa mengenal penyakit ini, padahal satu pohon sakit bisa menjadi sumber penularan bagi seluruh kebun.

Gejala CVPD

Pada daun

  • Daun belang kuning yang tidak simetris kiri-kanan tulang daun.
  • Tulang daun kadang tetap hijau atau justru menguning dan menebal.
  • Daun kecil, tegak, dan kaku.

Pada buah

  • Buah kecil, bentuknya miring (tidak simetris).
  • Rasa masam dan pahit.
  • Biji kecil kehitaman atau kempis.
  • Warna kulit tidak merata saat matang.

Pada pohon

Pohon merana perlahan, banyak ranting mati, dan produksi terus menurun.

Langkah mencegah penyebaran CVPD
Langkah mencegah penyebaran CVPD

Bagaimana Penularannya?

  1. Kutu loncat jeruk menghisap cairan tunas muda pohon sakit, lalu membawa bakteri ke pohon sehat.
  2. Bibit dari pohon sakit: entres atau mata tempel dari pohon terinfeksi menularkan penyakit ke bibit baru.

CVPD tidak menular lewat tanah atau alat pangkas biasa, sehingga kunci pencegahannya ada pada bibit dan kutu loncat.

Langkah Pencegahan

1. Gunakan bibit bebas penyakit

Belilah bibit dari penangkar resmi yang menyediakan bibit berlabel bebas penyakit.

2. Kendalikan kutu loncat

Kutu loncat meletakkan telur dan berkembang di tunas muda. Periksa setiap kali pohon bertunas. Kendalikan saat populasi mulai muncul, termasuk dengan agen hayati pada sore hari, dan hindari tanaman inang kutu loncat seperti kemuning di dekat kebun jeruk.

3. Periksa dan bongkar pohon sakit

Pohon yang menunjukkan gejala jelas sebaiknya dibongkar dan dimusnahkan, lalu diganti bibit sehat setelah kutu loncat di sekitar terkendali.

4. Jaga kesehatan pohon

Pohon yang dipupuk berimbang dan akarnya sehat lebih mampu bertahan, meski tidak kebal. Pola pemupukan jeruk ada di panduan jeruk Santang Madu.

Mengenal Kutu Loncat Jeruk

Kutu loncat jeruk berukuran sangat kecil, berwarna cokelat keabu-abuan, dan hinggap dengan posisi tubuh menungging membentuk sudut terhadap daun. Nimfanya berwarna kuning jingga dan mengeluarkan butiran lilin putih di tunas muda. Serangga ini paling banyak ditemukan saat pohon mengeluarkan tunas baru, karena di sanalah ia bertelur.

Karena itu, waktu terpenting mengendalikan kutu loncat adalah setiap kali pohon bertunas, misalnya setelah pemangkasan atau di awal musim hujan. Pengendalian yang dilakukan serempak oleh pekebun di satu kawasan jauh lebih efektif daripada dilakukan sendiri-sendiri.

Menanam Ulang Setelah Pembongkaran

Setelah pohon sakit dibongkar, pastikan kutu loncat di sekitar kebun sudah terkendali sebelum menanam bibit baru. Gunakan bibit bebas penyakit dan lakukan pemantauan tunas lebih ketat pada tahun-tahun pertama.

Membedakan CVPD dengan Kekurangan Hara

Ciri CVPD Kekurangan hara
Pola kuning daun Belang tidak simetris Umumnya simetris (mis. Mg: pola V terbalik)
Buah Miring, masam, biji kempis Kecil tetapi bentuk normal
Respons pupuk Tidak membaik Membaik setelah dipupuk

Bila ragu, minta petugas atau laboratorium perlindungan tanaman untuk memastikan.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah CVPD bisa diobati dengan pupuk atau antibiotik?

Hingga kini tidak ada cara yang benar-benar menyembuhkan pohon di lapangan. Pupuk hanya membantu pohon bertahan lebih lama.

Apakah tabulampot jeruk bisa terkena CVPD?

Bisa, bila bibitnya membawa penyakit atau diserang kutu loncat dari pohon jeruk sakit di sekitarnya.

Rujukan

  • Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Kementerian Pertanian RI: pengendalian CVPD dan kutu loncat.

Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat Kami
CS Annisa — Grha Organik Biasanya menjawab seketika

Jawaban otomatis. Untuk hal khusus, admin kami siap membantu lewat WhatsApp.